Tantangan Inflasi pada Tahun Politik

Memasuki tahun 2019 yang disebut juga sebagai tahun Babi Tanah, bagaimana realisasi inflasi pada pengujung tahun?
Akankah kembali di bawah target APBN yang pada tahun ini ditetapkan 3,5 persen?
Inflasi merupakan salah satu indikator utama dalam makroekonomi. Kenapa demikian? Sebab, inflasi menjadi gambaran kenaikan harga barang dan jasa secara umum.
Lawan dari inflasi adalah deflasi alias penurunan harga juga secara umum.
Apabila kenaikan harga hanya terjadi pada satu atau dua barang, maka tidak dapat disebut inflasi.
Lain halnya bila kenaikan itu meluas sehingga mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa lainnya. Itulah inflasi.
Inflasi teramat krusial untuk dijaga. Sebab, inflasi berkaitan erat dengan elemen ekonomi lainnya.
Beberapa elemen yang dipengaruhi inflasi, misalnya, pertumbuhan ekonomi dan suku bunga acuan bank sentral.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengabarkan berita gembira terkait realisasi inflasi yang merupakan salah satu indikator makroekonomi sepanjang 2018.
- Makin Anjlok, Kurs Rupiah Tembus Rp 16.588 Per USD
- Wawali Iswar Apresiasi Gerakan Pangan Murah Serentak se-Jateng Digelar di Kota Semarang
- Gubernur Herman Deru Ikuti Rakor Bersama Mendagri Secara Virtual, Bahas 2 Hal Penting
- Penyakit Tumbuh
- Deflasi Tahunan Kembali Terjadi sejak Maret 2000, Daya Beli Masyarakat Aman?
- Sri Mulyani Bilang Kondisi Ini Membuat Banyak Negara Lain Iri