Tantangan Lebih Bagi Warga Indonesia yang Berpuasa di Tengah Panasnya Australia

"Tiga tahun pertama itu puasanya waktu musim dingin dan belum daylight saving," katanya.
"Jadi ini puasa pertama saya yang daylight saving dan panas."
'Daylight saving' terjadi di saat musim panas, saat waktu dimundurkan satu jam agar tetap memanfaatkan sinar matahari.
Ini berarti siang lebih panjang dan orang-orang akan terekspos kepada sinar matahari lebih lama.
"Kalau kita bandingkan dengan Indonesia, mungkin puasa sekitar 13 jam, kalau kita agak lebih lama," katanya.
"Tapi Alhamdulillah ya orang-orang kantor pun terbuka dan suportif dengan keyakinan saya ... mereka menyemangati."
Puasa di rumah sepanjang siang
Sementara itu, mahasiswi University of Adelaide, Nurul Nadjmie, akrab disapa Iyun mengaku baru beraktivitas di luar ruangan pada sore hari.
"Kelas saya kebetulan sore, jadi siangnya agak santai," kata Iyun.
Salah satu warga Indonesia mengaku hampir pingsan di hari pertama puasa di Adelaide, Australia Selatan
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Angka Kecelakaan Mudik Turun, Anggota Komisi III Minta Semua Pihak Optimalkan Pelayanan
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Salat Id di Wilayah Polres Priok Berjalan Khidmat Berkat Sinergi Masyarakat dan Aparat
- Ketua MUI Ajak Umat Islam Tetap Memiliki Integritas Seusai Ramadan