Target Australia dan Kmart Tarik Penjualan Game Grand Theft Auto V

Dua jaringan departemen store besar di Australia, Target dan Kmart menarik video game Grand Theft Auto V (GTA V) dari pasaran dikarenakan oleh kontroversi penggambaran kekerasan terhadap wanita.
Sebuah petisi di Change.org berhasil mengumpulkan lebih dari 38,000 tanda-tangan untuk yang menggugat toko-toko yang menjual untuk menarik penjualan GTA V.
Mereka yang memulai petisi tersebut adalah tiga orang wanita bernama Nicole, Claire, dan Kat, yang menyebut diri pernah mengalami kekerasan seksual dan mengataka game tersebut mengandung pesan berbahaya.
Petisi ini berbunyi “Ini adalah game yang mendorong para pemainnya untuk membunuh wanita sebagai hiburan. Game ini mendorong orang untuk melakukan kekerasan seksual terhadap wanita, dan menyerang atau membunuh mereka untuk mendapatkan ‘health’ point atau melanjutkan ke level berikutnya – dan sekarang Target mempromosikan game ini sebagai hadiah Natal.”
Game yang menyerang kaum wanita ini mengandung banyak kekerasan, pembunuhan dan kekerasan yang menyeramkan terhadap wanita.
Game R-rated ini sudah tersedia untuk Xbox 360 dan PlayStation 3 sejak lebih dari setahun yang lalu.
Xbox One dan PlayStation 4 dikeluarkan kembali kepada pasaran bulan lalu.
Menurut manajer umum Target Australia Jim Cooper, perusahaannya menarik penjualan GTA V berdasarkan opini dari masyarakat umum dan konsumen.
Dua jaringan departemen store besar di Australia, Target dan Kmart menarik video game Grand Theft Auto V (GTA V) dari pasaran dikarenakan oleh kontroversi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi