Tas Lebaran

Oleh: Dahlan Iskan

Tas Lebaran
Dahlan Iskan. Foto/ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

"Dari situ," jawabnya sambil menunjuk laut di sebelah tempat saya menginap ini. "Tadi mancing di sana," tambahnya.

Baca Juga:

Pada hari pertama tiba di Lombok Timur, kami berbuka dengan udang hasil menjala sendiri. Keesokannya berbuka dengan sayur sepat khas Pulau Moyo.

Makan sahur terakhir pun di Pulau Moyo. Lalu, di hari terakhir menjelang Lebaran ini ganti menu kerapu di Lombok Timur.

Kerapu bakar. Kulupan daun pepaya. Sambal terasi campur tomat dan lemon cui.

Dengan menu berbuka seperti ini rasanya puasa janganlah cepat berlalu. Nikmat yang mana lagi yang bisa dinanti.

Di malam Lebaran ini takbir terasa jauh -sayup-sayup tercampur bunyi hujan di pepohonan kelapa. Sampai menjelang tengah malam pun hujan belum berhenti. Akan tetapi Idulfitri mestinya tetap jadi.

Bangun subuh hujan masih renyai-renyai. Saya ke teras. Menyalakan speaker mini. Joget olahraga pagi. Disaksikan mata ikan kerapu sisa di atas pemanggangan.

Saat berbuka kemarin, 12 orang di keluarga kami ternyata tidak sanggup menghabiskan setengahnya.

Ini Lombok Timur. Hujan menggutus di malam Lebaran. Sudah lama. Sejak lepas tengah hari. Sejak saya merapat di dermaga Kayangan -baru tiba dari Pulau Moyo.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News