Teflon 1000 Km/Jam
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
Saya tidak naik itu. Saya pilih naik mobil. Bisa langsung ke lokasi patung.
Itulah problem utama kereta cepat Yawan nanti. Anda harus naik dari stasiun baru di Halim. Tepatnya di Jalan Wangko, kelurahan Makassar, Halim, Jakarta Timur.
Lalu Anda harus turun di stasiun Padalarang, jauh di luar kota Bandung. Tetapi, itu akan teratasi kelak kalau jalurnya sudah ditambah. Sampai Yogyakarta. Lalu sampai Surabaya, apalagi kalau disambung lagi sampai Cilegon di barat dan Banyuwangi di timur.
Anda tentu tidak akan kehilangan rasa humor: kalau untuk Yawan yang 100 km diperlukan waktu pembangunan 8 tahun, lalu berapa lama untuk jarak 1000 km.
Tentu tidak harus begitu. Proyek Yawan (Ya Jiada - Wan Long) adalah pertama. Serba sulit. Bekerja sambil belajar. Mikir sambil membaca kehebohan di medsos.
Untung Indonesia punya sosok Teflon. Lalu ditambah Teflon besar bernama Luhut Binsar Pandjaitan.
Melihat kereta Yawan meluncur di langit Jagorawi rasanya bangga: nih, Indonesia. Kehebohan di medsos pun seperti terlupakan. Setidaknya sementara.
Inilah masa-masa bulan madu kereta cepat. Kagum. Hebat. Bangga. Harga diri bangsa seperti tiba-tiba mirip saham yang lagi naik.
KERETA CEPAT Yawan sudah terlihat meluncur dari Jakarta ke Bandung. Pulang pergi. Banyak kali. Akhirnya Indonesia masuk peta dunia.
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- PSI DKI Kritik Pramono, Jangan Undang Warga dari Luar Kota Setelah Lebaran
- Pemudik Mulai Kembali ke Bandung, Begini Kondisi Arus Balik di Jalur Nagreg
- Bang Jago Bergolok yang Memaksa Minta THR Akhirnya Ditangkap
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- 3 Pemudik Asal Depok Tewas Kecelakaan di Jalur Kamojang