Teknologi Baru Bisa Tunda Menopouse 20 Tahun Lebih Lama

Ada juga metode non-farmakologis terbukti untuk meringankan gejala menopause, seperti mindfulness (atau hidup berkesadaran) dan terapi perilaku kognitif.
Jika gejala menopause menjadi perhatian, bertahan dengan metode yang diketahui aman tampaknya merupakan pilihan yang lebih baik daripada membayar sekitar Rp 120 juta - 200 juta untuk prosedur invasif dengan risiko yang tak diketahui.

Menunda gejala gangguan kesehatan
Risiko penyakit, seperti kanker dan penyakit jantung, meningkat seiring bertambahnya usia orang. Itu berlaku untuk perempuan dan laki-laki. Menjalani transplantasi jaringan ovarium tidak akan mengubah hal itu.
Sebagian besar perempuan yang mencapai menopause bisa mengalami periode pascamenopause yang sehat.
Cara terbaik untuk menjaga kesehatan Anda dan mengurangi risiko penyakit jantung serta mencegah osteoporosis adalah olahraga teratur.
Menunda memiliki anak
Janji bahwa pembekuan jaringan ovarium memungkinkan perempuan untuk memiliki bayi di kemudian hari gagal menyebutkan bahwa komplikasi kehamilan meningkat secara signifikan seiring bertambahnya usia perempuan dan cenderung makin besar bagi perempuan di usia 50-an dan 60-an tahun.
Gagasan bahwa perempuan lebih suka membangun karier sebelum memiliki anak juga tidak didukung oleh bukti.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana