Telur Ayam ‘Free-Range’ Vs ‘Pastured’, Apa Bedanya?

Di tengah pertempuran telur ayam yang biakkan secara bebas (free-range) melawan telur ayam yang dibiakkan di gudang (barn-laid) melawan telur ayam yang dikandangkan (caged), kategori baru dari telur telah muncul –yakni telur ayam yang dibiakkan di padang rumput (pastured).
Para produsen di seluruh Australia telah mendapat celah pasar untuk telur ‘pastured’, yang berasal dari ayam yang menghabiskan waktu mereka di padang rumput dan bertengger di mobil van, dengan dengan kepadatan ternak yang lebih rendah dari persyaratan telur ‘free-range’.
Para peternak mengatakan, kebingungan atas apa yang disebut telur ‘free-range’ memungkinkan telur ‘pastured’ untuk berkembang.

ABC Rural; Anthony Pancia
Peternak telur ‘pastured’ di Australia Barat, Colleen dan Charlie Roberts, memasuki pasar telur ‘pastured’ tiga tahun lalu dengan hanya 125 ekor ayam.
Bibit itu telah berkembang menjadi 2.500 ekor ayam, merumput di atas lahan 70 hektar di barat daya negara negara bagian ini.
Ayam-ayam itu memproduksi 2.000 telur sehari, yang menurut Charlie masih belum cukup untuk bersaing dengan permintaan, meskipun telur ini menarik harga premium.
"Butuh sedikit waktu untuk pasar agar merespon, tapi sekarang kami tak bisa memproduksi dengan cukup," kata Charlie Roberts.
Di tengah pertempuran telur ayam yang biakkan secara bebas (free-range) melawan telur ayam yang dibiakkan di gudang (barn-laid) melawan telur ayam
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi