Tembaki Orangutan Dengan 74 Peluru, Dua Remaja Aceh Hanya Wajib Adzan Di Masjid

'Memang kedua pelaku masih anak-anak saya paham ada UU Perlindungan Anak, tapi tindakan yang mereka lakukan diatas kewajaran anak dibawah umur."
"Karena mereka cukup berani mengambil anak orangutan dari induknya, kemudian menembaki induknya dengan setidaknya 74 peluru senapan angin lalu mereka juga melanggar aturan penggunaan senapan angin."
"Jadi demi ada efek jera, seharusnya mereka berdua tetap diadili dan dijerat UU no 5 tahun 1990, baru sanksi hukumnya nanti disesuaikan dengan usia mereka."
"Kalau hanya dikembalikan ke orang tua seperti ini, seolah-olah UU konservasi SDA itu tidak ada."
"Sanksi ini macam guyonan saja dan makin menegaskan pemerintah tidak serius melindungi orangutan. Dalam kasus ini, negara benar-benar kalah dengan anak kecil ini." tegas Ramadhani.

Puluhan orang-utan jadi sasaran senapan angin
Di mata COP kasus ini juga semakin menambah panjang catatan buruk mereka tentang upaya advokasi kasus penembakan orangutan dengan senapan angin.
Data yang mereka himpun dari pegiat konservasi di seluruh Indonesia selama satu dekade terakhir ada 52 kasus Orangutan yang ditembak dengan senapan angin.
"Kasus Orangutan Hope ini kejadian penembakan Orangutan dengan senapan angin yang ke-51 dari total 52 kejadian yang tercatat dan total peluru 889 peluru."
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana