Badminton Asia Team Championships 2018
Tembus Final, Tiongkok Bikin Malaysia Berduka
jpnn.com, ALOR SETAR - Tim putra Tiongkok sukses mempermalukan tuan rumah Malaysia di ajang Badminton Asia Team Championships (BATC) 2018. Dalam bentrok kedua negara di semifinal, tim putra Negeri Panda menang 3-1.
Shi Yuqi menjadi pemain pertama yang membuat publik tuan rumah kesal, usai menang dari Lee Zii Jia 21-18, 21-9 di partai pertama laga yang digelar di Stadium Sultan Abdul Hamid, Alor Setar, Sabtu (10/2) malam ini.
Pemain Tiongkok ranking tujuh dunia ini butuh waktu 38 menit (statistik BWF) untuk mengalahkan Zii Jia, tunggal yang ditugaskan menggantikan Lee Chong Wei. Belum diketahui kenapa Chong Wei absen di semifinal.
Ganda terbaik Negeri Jiran, Goh V Shem/Tan Wee Kiong menyamakan kedudukan di partai kedua. Goh/Tan menundukkan He Jiting/Tan Qiang 21-18, 21-12.
Tiongkok kembali unggul setelah Qiao Bin menang atas tunggal kedua Malaysia, Joo Ven Soong 21-17, 21-8.
Kemenangan tim Negeri Tembok Raksasa ditentukan di partai keempat, setelah ganda Han Chengkai/Zhou Haodong menang atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi 21-15, 21-13.
Tuan rumah pun berduka, tim putra mereka gagal ke final. Meski demikian, Malaysia sudah memastikan tiket ke Piala Thomas 2018 di Bangkok, Mei nanti berkat keberhasilan lolos ke 4 Besar BATC 2018.
Sementara Tiongkok, besok akan berhadapan dengan pemenang partai Indonesia versus Korea yang hingga berita ini diracik kedudukan masih sama kuat 2-2. (adk/jpnn)
Tanpa Lee Chong Wei, Malaysia kalah 1-3 dari Tiongkok di semifinal Badminton Asia Team Championships 2018.
Redaktur & Reporter : Adek
- Indonesia Gagal Bawa Pulang Trofi BATC 2024, Rionny Mainaky Berpesan Ini
- BATC 2024: Rekor Minor Tim Beregu Putra Indonesia Seusai Kandas di Perempat Final
- BATC 2024: Kalah Tragis dari China, Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Gugur di Perempat Final
- BATC 2024: Srikandi Indonesia Jumpa Malaysia di Perempat Final
- BATC 2024: Kalah dari Korea, Indonesia Harus Puas Menjadi Runner Up Grup D
- BATC 2024: Chico cs Tanpa Ampun Gebuk Arab Saudi