Temukan 678 Laporan, Kemenhub Laporkan ke BPK

jpnn.com - JAKARTA - Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan 678 temuan dalam 124 Laporan Hasil Audit Triwulan (IHAT) I Tahun 2015 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (4/5) kemarin.
Rinciannya ialah 250 temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan, kelemahan sistem pengendalian intern (316) serta 3 E (ekonomis, efektif, efisien, 112). "Ada temuan sebanyak 678 dan kemarin sudah kami laporkan ke BPK," ujar Kapuskom Kemenhub JA Barata di Jakarta, Selasa (2/5).
Laporan tersebut dimaksudkan agar Kementerian Perhubungan mendapatkan umpan balik untuk meningkatkan kinerja pengawasan atas penyelenggaraan tugas dan fungsi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di lingkungan Kemenhub.
Temuan tersebut, sambung Barata, langsung direkomendasikan Inspektur Jenderal kepada masing-masing unit Eselon I agar mendapat perhatian dan tindak lanjut yang harus segera dilaksanakan.
Barata menambahkan, pengawasan intern pemerintahan merupakan unsur manajemen yang sangat penting untuk memberikan jaminan yang memadai bagi tercapainya efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan negara.
"Ini juga ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta tata kelola pemerintahan yang baik," tegas Barata. (chi/jpnn)
JAKARTA - Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan 678 temuan dalam 124 Laporan Hasil Audit Triwulan (IHAT) I Tahun 2015
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Saksi Ahli Paparkan Prinsip Kewajaran dalam Gugatan Merek di Sidang Sengketa Minyak Gosok
- Satgas Damai Cartenz Buru Komandan KKB yang Kabur dari Lapas Wamena
- BPKH Limited Perkenalkan Bumbu Khas Indonesia untuk Katering Jemaah Haji di Arab Saudi
- Gelar Aksi di Kemendag, Ribuan Pengepul Minyak Jelantah Tuntut Solusi Penghentian Ekspor
- ISDS Gelar Diskusi Bertema Ancaman Nuklir di Semenanjung Korea Bagi Perdamaian Dunia
- Waka MPR Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik