Tenaga Ahli KSP Mengaku Puyeng Mengkaji RUU Cipta Kerja

Selain soalpenciptaan lapangan kerja, ujar dia, UU Ciptaker memudahkan sesorang membuka Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sebab, aturan perizinan UMKM lebih luwes dalam UU Cipta Kerja
"Ini memudahkan siapa pun. Selama ini orang mungkin ada kejengkelan, ada apatis jika mengurus izin-izin usaha, karena banyaknya persoalan-persoalan birokrasi yang terjadi," pungkas dia.
Sebagai informasi, terdapat lima versi naskah RUU Ciptaker sebelum disahkan. Naskah versi pertama yakni per Maret 2020 setebal 1.028 halaman.
Kemudian versi kedua per 5 Oktober 2020 dengan 905 halaman.
Versi berikutnya per 9 Oktober dengan 1.052 halaman. Kemudian versi 12 Oktober dengan tebal 1.035 halaman. Teranyar versi 12 Oktober dengan tebal 812 halaman. (ast/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Tenaga Ahli KSP Ade Irfan Pulungan mengaku pernah mendiskusikan RUU Cipta Kerja dan merasa puyeng.
Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan
- Altair Dialogue Resmi Berdiri, Targetkan Jadi Rumah bagi Ribuan Streamer
- Lakukan Transformasi Layanan, ASDP dan KSP Bahas Penguatan Proyek Strategis Nasional
- Hilirisasi dan Investasi Strategi Ampuh Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja
- Menekraf Teuku Riefky Ajak Mahasiswa FEB UI Kolaborasi di Sektor Ekonomi Kreatif
- Pakar Anggap Proyek PIK 2 Dongkrak PAD & Ciptakan Lapangan Kerja Tanpa Bebani APBN
- Kemenperin: Lapangan Kerja Tumbuh 20 Kali Lebih Besar dibandingkan PHK