Tenggelam
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Kebakaran hutan menyebabkan panas yang makin tinggi. Indonesia yang lahannya mayoritas gambut memiliki risiko lebih besar untuk kebakaran.
Jumlah penduduk dunia sekarang 7,8 miliar, semuanya butuh makan. Padi-padian dan jagung menjadi bahan makanan pokok bagi 2/3 penduduk bumi.
Saat ini suhu udara rata-rata di bumi sudah optimal bagi kehidupan jenis-jenis tanaman tersebut. Kalau panas bumi meningkat, maka tanaman itu tidak bisa tumbuh dengan sempuran, sementara jumlah manusia tumbuh tiap tahun.
Laut dikelola dengan serampangan, atau tidak dikelola sama sekali. Rusaknya terumbu karang akibat limbah manusia merusak seperempat biota laut yang tergantung padanya. Sedikitnya setengah miliar manusia penghidupannya bergantung pada laut.
Paru-paru butuh oksigen, namun ketika kita bernapas ternyata tidak hanya oksigen yang kita hirup.
Kandungan karbondioksida yang terus meningkat turut kita hirup ketika bernapas. Jika kandungan karbondioksida meningkat di atas 2 kali lipat dari saat ini, akan menyebabkan penurunan kemampuan kognitif hingga 21 persen.
Beberapa tempat di dunia ini akan lebih terdampak dibandingkan tempat lainnya tergantung kapasitas sumber dayanya.
Hal itu menyebabkan terjadinya eksodus manusia ke berbagai tempat, yang kemudian juga akan menghabiskan sumber daya di tempat tersebut.
Cara manusia mengelola lingkungan secara tidak bertanggung jawab menjadi salah satu penyebab kerusakan dan bencana.
- Libur Lebaran, 2 Wisatawan Hilang Tenggelam di Pantai Garut
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Ratusan Warga Muslim Tewas akibat Gempa Bumi di Myanmar
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Indonesia Pastikan Siap Membantu Myanmar dan Thailand Menangani Dampak Pasca-Gempa Bumi
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar