Tenggelam
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Carrying capacity suatu tempat menggambarkan keterbatasan habitat untuk menampung aktivitas manusia sampai titik tertentu.
Manusia terlalu dimanja oleh kemudahan teknologi sehingga enggan berubah untuk sedikit membantu lingkungan.
Teknologi yang ramah lingkungan, mulai dari kantong belanja organik, panel surya, dan mobil listrik, masih lebih sering menjadi jargon kampanye daripada menjadi praktik sehari-hari.
Banyak yang apatis dengan mengatakan bahwa kemajuan teknologi akan menjadikan dunia baik-baik saja.
Ramalan Malthus bahwa manusia akan kelaparan karena pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan makanan yang tidak seimbang, ternyata tidak terbukti. Manusia bisa mengatasinya dengan kemajuan teknologi.
Pada titik tertentu ketika bumi sudah tidak layak ditinggali, manusia akan melakukan eksodus ke planet lain.
Sesederhana itu pemikirannya, sehingga negara-negara industri tetap memacu tingkat produksinya sampai maksimal.
Kesepakatan untuk menurunkan emisi dunia lewat Protokol Kyoto tidak disepakati dengan hati lapang, tetapi dengan keterpaksaan.
Cara manusia mengelola lingkungan secara tidak bertanggung jawab menjadi salah satu penyebab kerusakan dan bencana.
- Ratusan Warga Muslim Tewas akibat Gempa Bumi di Myanmar
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Indonesia Pastikan Siap Membantu Myanmar dan Thailand Menangani Dampak Pasca-Gempa Bumi
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar
- Mega Insurance & Lifepal Bayar Klaim Kendaraan Korban Banjir Bekasi dengan Proses Cepat
- Mayat Wisatawan Bekasi yang Tenggelam di Pantai Ujung Genteng Ditemukan