Tensi Timur Tengah Memanas, Rupiah Lemas Hampir Rp 14.000
Senin, 06 Januari 2020 – 11:45 WIB

Ilustrasi rupiah dan dolar. Foto: JPNN
Dari eksternal lainnya, keputusan bank sentral China untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneternya diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar keuangan.
People Bank of China (PBoC) memangkas jumlah uang tunai yang harus disimpan dalam cadangan perbankan, melepaskan dana sekitar 800 miliar yuan (115 miliar dolar AS) guna menopang perlambatan ekonomi negara itu.
Selain itu, PBoC mengatakan akan menggunakan suku bunga pinjaman sebagai patokan baru untuk menentukan suku bunga mengambang. Hal tersebut diyakini akan menurunkan biaya pinjaman yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan. (antara/jpnn)
Panasnya tensi di Timur Tengah bakal jadi perhatian pasar pekan ini, dampaknya pada pergerakan nilai tukar rupiah.
Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha
BERITA TERKAIT
- Rupiah Hari Ini Menguat Efek Sentimen Negatif kepada USD
- Efek The Fed, Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat
- Kurs Rupiah Hari Ini Anjlok, Kebijakan Donald Trump Biang Keroknya
- BI Buka Suara soal USD yang Disebut Anjlok di Google
- Rupiah Hari Ini Menguat Tipis, tetapi Masih Rp 16 Ribuan
- Ini Penyebab Rupiah Lesu Terhadap Dolar AS