Tentara Assad Brutal, Sehari 41 Warga Tewas
Minggu, 11 Desember 2011 – 08:12 WIB
DAMASKUS – Jatuhnya para diktator di dunia Arab lewat revolusi sipil ternyata belum mampu membuka mata dan mengetuk hati Presiden Bashar al-Assad dari Syria. Buktinya, tokoh yang mewarisi kekuasaan dari almarhum ayahnya, mantan Presiden Hafez al-Assad, tersebut tetap memberangus unjuk rasa terhadap pemerintahannya.
Bahkan, kemarin (10/12) menjadi salah satu hari paling buruk bagi perjuangan rakyat Syria dalam menumbangkan rezim berkuasa. Sedikitnya, 41 warga sipil tewas, termasuk tujuh bocah, setelah tertembak oleh serangan militer pro pemerintah di Kota Damaskus dan Homs.
Baca Juga:
Organisasi Pemantau HAM Syria, dalam pernyataan resmi, menyatakan bahwa 12 orang tewas di Kota Homs, termasuk dua anak-anak berusia 10 dan 12 tahun. Selain itu, seorang bocah berusia 14 tahun tewas di Desa Aqrab, masih di wilayah Homs. Oposisi pun menuduh pasukan pemerintah berencana melakukan pembantaian di kota itu.
Di utara Syria, organisasi HAM Syria yang berpusat di Inggris tersebut menyatakan bahwa lima orang warga sipil ditembak mati tentara pemerintah di Kota Hama. Kota ini merupakan titik atau pusat perlawanan rakyat paling awal terhadap rezim Assad.
DAMASKUS – Jatuhnya para diktator di dunia Arab lewat revolusi sipil ternyata belum mampu membuka mata dan mengetuk hati Presiden Bashar al-Assad
BERITA TERKAIT
- Puluhan Anggota Legislatif Inggris Desak Pemerintah Sanksi Israel
- Beda dengan Prabowo, Trump Tunjuk Utusan Khusus Presiden untuk Atasi Krisis Ukraina
- Wapres Sara Duterte Digugat Pidana oleh Kepolisian Filipina
- Rawhi Fattuh Jadi Calon Kuat Presiden Palestina, Siapakah Dia?
- Mahmoud Abbas Keluarkan Dekrit Demi Penggantinya di Jabatan Presiden Palestina
- BPK Dorong Tata Kelola Pendanaan Iklim yang Transparan dan Efektif