Tepergok Jalan di Mal Pascavonis, Begini Kata Ammar Zoni
jpnn.com, JAKARTA - Pesinetron Ammar Zoni akhirnya buka suara mengenai keberadaan dirinya yang tepergok sedang jalan-jalan di mal pascavonis hakim.
Sebelumnya, pada 23 November lalu, hakim memvonis bintang sinetron Anak Langit itu dengan hukuman satu tahun menjalani rehabilitasi.
Menurut kekasih Ranty Maria itu, setelah vonis wewenang hukuman sepenuhnya oleh pihak Panti Rehabilitasi Natura Lebak Bulus, tempat Ammar Zoni direhab.
"Awalnya saya divonis sama Jaksa 1,5 tahun dipenjara. Tapi lewat pledoi pengacara saya, dan semuanya, hakim memutuskan bahwa saya 12 bulan penjara rehabilitasi. Kemudian dikurangi masa tahanan, dan saya sudah jalani di rehabilitasi itu kan 5 bulan. Jadi sisanya ada 7 bulan. Nah, itu semua otoritasnya dilimpahkan ke Natura," jelas Ammar Zoni di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (11/12).
Lanjut Ammar Zoni, statusnya yang bukan pencandu (narkoba-red) diberikan kemudahan untuk melakukan berobat jalan.
“Rata-rata pemakai baru itu dibutuhkan rehabilitasi 3 bulan, sedangkan saya sudah 5 bulan. Kenapa? Karena saya kan belum selesai dari proses hukum,” ungkap Ammar.
Saat ini lanjut Ammar, dirinya sudah memasuki tahap pascarehab yang diperbolehkan untuk menikmati dunia luar.
"Prosesnya itu mengembalikan saya ke dunia luar, ke masyarakat. Jadi di-maintenance, rawat jalan seminggu sekali. Saya harus datang ke sana untuk tes urine, berdiskusi dengan konselor saya," bebernya.
Pesinetron Ammar Zoni akhirnya buka suara mengenai keberadaan dirinya yang tepergok sedang jalan-jalan di mal pascavonis hakim.
- Keluarga Ungkap Sosok Bripda Faras yang Tewas Saat Tangkap Bandar Narkoba di Lahat
- 2 Bandar Sabu-Sabu Ini Bawa Senjata Api Laras Panjang Lewat Markas TNI
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Konsisten Berantas Narkoba di Riau, Anak Buah Irjen Iqbal Amankan 53,6 Kilogram Sabu
- BNN Gagalkan Penyelundupan Narkoba, 44 Orang Ditangkap, Ada yang Simpan di Alat Vital
- Bea Cukai Berhasil Mencegah 7,4 Ton Narkoba Masuk Indonesia Sepanjang 2024