Terdakwa Century Berharap JK dan Boediono Berkata Jujur

jpnn.com - JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik Budi Mulya berharap Wakil Presiden periode 2004-2009, Jusuf Kalla bisa memberikan keterangan sejujur-jujurnya.
"Harapannya sama. Harapan kita adalah para saksi memberikan kesaksiannya secara benar, sebenar-sebenarnya yang dia ketahui," kata Budi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (5/5).
Menurut Budi, kesaksian pria yang akrab disapa JK itu penting. "Ya, bagus dong, lengkap semua kesaksian dari mereka yang tentu sangat berkepentingan terhadap perkara atau kasus Bank Century," ujarnya.
Hal senada disampaikan Budi menanggapi soal Wakil Presiden Boediono yang akan bersaksi dalam persidangan Century. Ia berharap, bekas Gubernur BI itu dapat memberikan keterangan yang sebenarnya.
"Sama saja. Yang dihadirkan di persidangan jadi saksi harus memberikan kesaksian sebenarnya. Dari situ kita akan mengetahui, itu lengkap, jelas, seperti apa kasus Bank Century," tandas Budi.
Seperti diketahui, JK dijadwalkan diperiksa dalam persidangan Budi, Kamis (8/5). Sedangkan Boediono dijadwalkan diperiksa pada Jumat (9/5). (gil/jpnn)
JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pelajar Indonesia Raih Prestasi Gemilang dalam Ujian Cambridge International
- Berkontribusi Menekan Prevalensi Penyakit Kronis, Prodia Gelar Seminar Dokter Nasional
- Oneject Indonesia Luncurkan Mesin Hemodialisa & Kantong Cuci Darah, Menkes Bilang Begini
- Pemkot Sukabumi Tak Izinkan Kegiatan Pasar Kaget Selama Ramadan
- Setelah Ikut Retret, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Siap Sinergikan Program Pusat dan Daerah
- Keluarga Almarhumah Kesya Lestaluhu dan Kepala Suku Biak Mengadu ke Komnas Perempuan