Terdakwa Pembunuh Kim Jong-nam Cium Tangannya Tiga Kali

’’Saya belajar banyak dari teman-teman pengacara. Sebagai juru bahasa, saya kan harus paham hukum,’’ terangnya.
Selain Saiful, ada tiga juru bahasa Indonesia lain yang mengikuti jejak Saiful yang bekerja di pengadilan Malaysia.
Mereka berbagi tugas mendampingi WNI bermasalah. Dalam sehari, rata-rata mereka mengikuti 1–2 sidang.
’’Tapi, satu sidang bisa lama waktunya,’’ kata pria kelahiran 1 Agustus 1966 tersebut.
Saiful juga kerap menjadi motivator dadakan bagi para terdakwa yang didampinginya. Saiful mengaku sering memberikan nasihat kepada para terdakwa di sela-sela sidang.
’’Kalau kasusnya narkoba, biasanya saya tanya kenapa bisa begini. Saya nasihati sebagai sesama WNI dan saya beri semangat agar bisa lebih baik lagi,’’ tuturnya.
Selain keliling Malaysia dari satu pengadilan ke pengadilan lain, Saiful menjalankan bisnis kecil-kecilan di bidang garmen. ’’Saya juga aktif di DPC PKB dan NU Malaysia. Saya senang berorganisasi,’’ tandas dia. (*/c5/ari)
Nama Saiful Aiman mungkin kalah pamor jika dibandingkan deretan pengacara yang mendampingi Siti Aisyah, terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Polisi Ungkap Misteri Penemuan Mayat Perempuan di Cimahi, Ternyata
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diduga Terencana, Ada Bukti
- Penyidik Usut Indikasi Kekerasan Seksual oleh Oknum TNI AL terhadap Juwita
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL, Denpomal Sita Sebuah Mobil
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?
- Keluarga Juwita yang Tewas Diduga Dibunuh Oknum TNI AL Kecewa