Tergerus Banjir, Tanah Warga Menyempit

Bahkan, beberapa tahun lalu, dinas PU pengairan (PU bina marga dan sumber daya air) membuat sodetan berbentuk sungai.
Sungai dikembalikan seperti semula sehingga lurus dari utara ke selatan.
Selain itu, dinas PU memasang tanggul agar air melewati sodetan. Sementara itu, di bagian ujung sodetan dipasang tangkis penahan supaya air mengarah ke sodetan yang baru dibuat.
Karena hujan terus-menerus turun, air sungai pun meluap dan menghantam tangkis yang terbuat dari tanah.
Hingga sekarang, tangkis jebol sehingga kondisi Sungai Bedadung kembali seperti semula.
Bahkan, beberapa pancang beton yang dipasang di pinggir jalan yang sempat putus juga ambrol.
Demikian pula bronjong yang dipasang di sekitar tanah tegal milik Bahroji yang juga terus ambrol.
Bahkan, menurut Bahroji, beberapa bulan lalu barongan bambu di tanah pekarangannya juga ambrol terbawa banjir.
Tanah milik warga terus tergerus seiring dengan semakin lebarnya sungai dan terjadinya banjir.
- Air Sungai Meluap, 7 Desa di Aceh Selatan Terendam Banjir
- Kapolda Riau Pastikan Antisipasi Bencana di Jalur Riau-Sumbar
- Mega Insurance & Lifepal Bayar Klaim Kendaraan Korban Banjir Bekasi dengan Proses Cepat
- Ada Genangan Air di Batang, Kereta Api Gumarang Terhenti di Semarang Hampir 2 Jam
- Banjir Melanda Berau Kaltim, 2 Lansia Meninggal Dunia
- Pemkab Sumedang Salurkan Bantuan Penanganan Banjir Cimanggung Lewat Aplikasi Si Tabah