Terkenang Makan 4 Menit hingga Makan Bareng Daging Ular
Jumat, 20 Mei 2011 – 08:08 WIB

Pemain Timnas di Pusdik Kopassus di Batujajar, kemarin. Foto: Ragil Ugeng/Jawa Pos
Mereka juga tak bisa seenaknya berkomunikasi. Para mentor dari Kopassus memang menyita semua alat komunikasi milik para atlet dan ofisial. Komunikasi hanya bisa dilakukan saat pesiar, yakni setelah makan malam.
"Di sini sudah lupa hari dan tanggal. Pokoknya yang diinget tiap hari hanya latihan. Tiba-tiba saja kok udah mau pulang kayak sekarang (kemarin). Awalnya menyiksa. Tapi, ngangenin juga kalau diinget-inget," ujar Hie Ivana, peboling andalan Merah Putih.
"Programnya benar-benar melelahkan. Rasanya saya seperti menjadi aktor di film perang yang sering saya lihat," kata Ruben Wuarbanaran, bek naturalisasi asal Belanda.
Setelah seminggu menjalani latihan di Batujajar, atlet dan ofisial tersebut akan diinapkan di Situ Lembang. Di situlah banyak kejadian yang benar-benar bakal mereka ingat seumur hidup. Bukan hanya jurit malam, melainkan juga bagaimana bertahan hidup. Ada kalanya mereka mesti menangkap ular, lalu membakarnya untuk kemudian dimakan bareng-bareng.
Program character building atau penggemblengan ala militer bagi para atlet dan ofisial yang akan berlaga dalam SEA Games berakhir kemarin (19/5).
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara