Terkesan Meremehkan Serangan Ransomware, Paparan Budi Arie di DPR Dinilai Mengecewakan
Menurutnya, kecurigaan menjadi wajar karena serangan diwarnai dengan permintaan tebusan uang USS 8 Juta.
"Kira-kira dalam persoalan ini, karena sepertinya ada yang tawar menawar, ada yang mendorong supaya itu ditebus oleh bapak, kira-kira seperti itu. Jangan-jangan dari dalam itu," ujar Muklis.
Dia selanjutnya dalam rapat juga mengkritisi paparan yang diungkapkan Hinsa yang membahas soal deteksi dini.
Hinsa dalam raker mengungkapkan prediksi BSSN soal Indonesia menjadi negara yang rawan diserang peretas.
Muklis mempertanyakan kegunaan prediksi yang diungkapkan BSSN, karena Indonesia terkena serangan ransomware di PDN.
"Nah, yang saya tanya, memamg prediksi bapak tidak pernah bapak bicarakan dalam rakor, Pak? Dengan kepolisian, dengan kementerian terkait atau bapak diam-diam saja," ujarnya. (ast/jpnn)
Paparan Menkominfo Budi Arie Setiadi mengecewakan anggota Komisi I DPR RI Muklis Basri karena dianggap meremehkan serangan ransomware di peladen PDN.
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan
- Abraham Sridjaja Minta Penembakan 3 Polisi Diusut Tuntas, Jaga Soliditas TNI-Polri
- RUU TNI Tetap Disahkan Besok, Komisi I: Soal Pro & Kontra Hal Lumrah
- Versi Dasco, Pembahasan RUU TNI Tidak Dikebut & Bersifat Terbuka
- Ternyata Ini Poin Pembahasan RUU TNI oleh DPR di Hotel Mewah
- Dukung Revisi UU TNI, Jenderal Agus: Disesuaikan dengan Permasalahan
- Satgas Cartenz Ungkap Kasus Penyelundupan Senjata, Legislator Komisi I Bilang Begini