Ternak 1.500 Ekor Puyuh, Hasilkan Rp 6 Juta per Bulan

“Masyarakat yang membeli kotoran Puyuh dari saya mengaku untuk dijadikan pupuk,” ucap Ijal.
Tanaman yang diberi pupuk dari kotoran Puyuh antara lain cabai, terong, sawit, sawi, bayam dan kangkung.
Ijal mengakui sama sekali tidak mengetahui bahwa kotoran Puyuh sedang marak diburu oleh masyarakat yang senang bercocok tanam atau berkebun.
“Berdasarkan pengakuan pembeli katanya dengan menggunakan kotoran puyuh tanaman lebih subur dan buahnya lebih besar. Batangnya lebih hijau dan tidak berbau, mungkin pembeli sudah tahu dari tempat lain. Saya belum pernah mencobanya,” papar Ijal.
Kotoran Puyuh yang dijual oleh Ijal masih berbentuk kotoran, belum dijadikan sebagai pupuk kompos.
Kurun waktu seminggu kotoran yang dihasilkan mencapai 15 sampai 20 karung yang dihasilkan dari 1.500 ekor Puyuh yang diternak oleh Ijal.
“Sekitar itulah kotoran Puyuh yang didapat. Kami kewalahan karena sekali membeli kotoran masyarakat selalu meminta dengan jumlah banyak. Terpaksa jika tidak kebagian harus menunggu minggu depannya lagi. Kotoran Puyuh sendiri sudah disiapkan tempatnya pada masing-masing sangkar Puyuh. Jadi jika penuh tinggal ambil dari tempatnya lalu dimasukan ke karung,” jelas Ijal.
Harga untuk setiap karungnya dihargai Rp 20 ribu. Dalam sebulan Ijal dapat panen kotoran Puyuh empat sampai lima kali.
Tahukah Anda bahwa kotoran ternak unggas jenis Puyuh juga memiliki nilai jual yang lumayan bagus? Harlizan Dori, peternak burung Puyuh yang beralamatkan
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara