Terserang Malaria, Dokter PTT di Pedalaman Papua Meninggal Dunia

Dhanny telah mengorbankan nyawanya untuk kemanusiaan. Siapa saja dokter atau petugas kesehatan lain yang berdinas didaerah terpencil di Indonesia ini yang memang endemis malaria akan berisiko untuk terjangkit malaria. Sebagian besar dokter-dokter di Indonesia terutama yang mengikuti wajib kerja sarjana atau yang mengikuti kegiatan wajib dokter PTT pernah melewati masa-masa sulit ketika mengabdikan diri untuk pelayanan kesehatan di masyarakat.
Saya sendiri diawal menjadi dokter 25 tahun ditempatkan di daerah terpencil di propinsi Jambi dan di akhir masa tugas saya pun sempat menderita malaria dan sempat kambuh sampai 1 tahun ketika saya kembali sekolah pendidikan spesialis di Jakarta.
Hampir semua teman sejawat saya yang bekerja di Propinsi Papua pernah terkena malaria dari yang ringan sampai berat. Bahkan ada juga yang sampai mengalami malaria serebral dan bisa survive.
Memang sebenarnya masyarakat harus melihat profesi dokter secara utuh. Dokter dalam bekerja terikat akan sumpah yang wajib dilafalkan setiap dokter saat dilantik menjadi dokter. Dalam bekerja dokterpun terikat akan kode etik kedokteran.
Kembali kepada kasus Dr.Dhanny, harus ada penghargaan dari pemerintah atas pengorbanan beliau yang meninggal karena malaria. Beliau telah mempertaruhakan jiwa raganya untuk tanah Papua. Mimpi-mimpinya untuk menjalani profesi dimasa depan ini berakhir di tanah Papua karena terserang Malaria. Penyakit yang masih menjadi momok untuk sebagian besar masyarakat kita yang tinggal di derah endemis malaria.
Dr.Dhanny sudah meninggalkan kita semua. Beliau menunjukkan bahwa konsekuensi dalam melaksanakan profesi didaerah sangat terpencil adalah sebuah kematian. Terlepas orang lain peduli atau tidak peduli atas apa yang telah beliau perjuangkan.
Saya yakin kepergian beliau tidak akan menyurutkan para dokter muda Indonesia lainnya yang siap berangkat ke derah terpencil tetapi lebih memotivasi lagi para dokter muda untuk membantu mengatasi masalah kesehatan yang kompleks di derah terpencil tersebut.
Selamat jalan teman sejawat. Selamat jalan Pahlawan Kemanusiaan. (sam/jpnn)
BERITA seorang dokter mengorbankan nyawanya dalam pengabdian diri untuk kemanusiaan kembali berulang. Seorang dokter muda lulusan Fakultas
- Arus Balik Lebaran Padat, Polda Jateng Minta 2 Sopir Dalam Satu Kendaraan
- Hari Ini Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Polda Jabar Siaga
- Uang Kompensasi Sopir Angkot Dipotong, Dishub Jabar: Itu Sukarela
- Bakamla RI Mengevakuasi 12 Kru Kapal Terbakar di Perairan Banten
- Arus Balik Lebaran, Lebih dari 4 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Pada Sabtu Ini
- Kehadiran Dermaga PIK Mengangkat Potensi Pertumbuhan Wisata Bahari Jakarta