Terungkap, Ini Pemicu 2 Tokoh Masyarakat Duel Hingga Tumbang

Lalu terjadi cek cok di telepon, Askameng marah karena Sukarni mengantar pasir tanpa sepengetahuannya di tempat proyek.
Parah lagi, Sukarni tiba-tiba minta bayar ke bendahara desa. Askameng semakin marah, sebab siapa yang menyuruh dan hal itu tidak bisa dilakukan.
Alasan mantan Kades bahwa material kurang, padahal material masih banyak stok, pemicu marahnya Kades Askameng.
Dikatakan Askameng, jumlah pajak yang menjadi tanggungan mantan Kades Sukarni, DD dan ADD tahap I berkisar Rp32 juta dari total anggaran Rp300 juta.
Humas RSUD Muara Teweh, Agus Reda menjelaskan, saat ini Sukarni masih mendapat perawatan ini ICU, karena mengalami luka dan bicara agak lemah.
Sukarni mengalami luka di bagian kepala, hidung dan kedua tangan. “Saat ini Sukarni masih perlu dirawat di ruang ICU karena luka cukup parah, sedangankan Askameng sudah keluar dari rumah sakit, Kamis (18/1),” ujar Agus Reda, Jumat (19/1).
Diberitakan sebelumnya, Askameng dan Sukarni bersitegang, hingga terlibat perkelahian berdarah, Selasa (16/1).
Padahal keduanya masih ada kaitan keluarga. Keduanya saling serang menggunakan sajam jenis parang hingga saling terluka dan menyebabkan kedua pergelangan tangan mantan Kades Sukarni nyaris putus, akibat sabetan senjata tajam. (dad/cah)
Dua tokoh masyarakat Desa Ipu, Lahei, Barito Utara, Kalteng, terlibat duel hingga keduanya sama-sama tumbang.
Redaktur & Reporter : Soetomo
- Pelaku Pungli di Pantai Carita Ditangkap Polisi
- Tangkap 8 Pelaku Pemalakan Sopir dan Pemudik, Polres Cianjur Amankan Sajam
- Polisi Ungkap Misteri Penemuan Mayat Perempuan di Cimahi, Ternyata
- Polisi Usut Kejanggalan Kasus Wanita Gantung Diri di Makassar
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diduga Terencana, Ada Bukti
- Diduga Gegara Cemburu, Pria di Blitar Bacok Mantan Istri