Terus Bergerak, Ganjaran Buruh Berjuang Ajak Ratusan Warga Rusun Marunda Jalan Sehat

jpnn.com, JAKARTA UTARA - Gerakan Ganjaran Buruh Berjuang (GBB) bak gurita dalam menjangkau kantong-kantong buruh di berbagai wilayah.
Para pendukung Ganjar Pranowo itu tidak hanya bergerak di pabrik-pabrik, tetapi menjangkau teritorial permukiman buruh.
Salah satu cara yang dilakukan GBB dengan mengadakan jalan sehat bersama ratusan masyarakat buruh di Komplek Rusun Marunda, Jakarta Utara, Minggu (23/7) pagi.
Peserta yang mayoritas buruh perempuan itu tampak antusias mengikuti jalan sehat yang dilaksanakan Ganjaran Buruh Berjuang. Foto: Dokumentasi GBB
"Ini adalah awalan kami untuk melakukan kanvasing di sekitar 30 blok rusun Marunda," kata Ketua Umum GBB, Lukman Hakim.
Lebih lanjut Lukman menyampaikan GBB akan menyasar ribuan suara buruh lainnya yang tinggal rusun Marunda, dengan cara membentuk struktur pemenangan di setiap blok.
Dia pun menjelaskan alasan menyasar Rusun Marunda lantaran wilayah tersebut dihuni para buruh, baik formal maupun informal yang menjadi fokus pengorganisiran GBB sebagai episentrum sukarelawan sektor buruh Ganjar Pranowo.
Lukman juga menjelaskan alasan mendukung Ganjar lantaran capres PDIP itu dianggap paling berkualitas karena berpengalaman di legislatif dan sebagai Gubernur Jawa Tengah yang terbukti dapat menjalankan program yang berpihak pada rakyat.
Sementara itu, koordinator lapangan jalan sehat GBB Nani menyatakan senang acara ini dapat terlaksana.
Ganjaran Buruh Berjuang terus bergerak, salah satunya menyasar ratusan warga Rusun Marunda di Jakarta Utara melalui kegiatan jalan sehat pada Minggu pagi
- Jamin Keselamatan Kerja Buruh, Senator Filep: Percepat Revisi UU SJSN & Ratifikasi Konvensi ILO 102/1952
- Semangati Hasto, Ganjar Hadir di Pengadilan Tipikor
- Konon, Kader di Tingkat Bawah Meminta Megawati Jadi Ketum PDIP saat Kongres
- Megawati Tonton Teater di GKJ, Menterinya Prabowo Ikut Hadir
- Menteri Prabowo Sebut Jokowi Bos, Ganjar Khawatir Ada Matahari Kembar
- Said Iqbal Desak Permendag 8 Dicabut karena Merugikan Usaha Lokal & Buruh