Tes Antigen Mungkin Bisa Bebaskan Jepang Saat Angka Penularan COVID Tinggi dan Program Vaksinasi Tersendat

"Tes ini memiliki tingkat efektivitas yang sama dengan PCR untuk menemukan orang yang mungkin berpotensi menulari orang lain."
Tes usap yang dilakukan tidak harus masuk terlalu ke dalam hidung, seperti saat tes PCR, sehingga bagi banyak orang akan terasa lebih nyaman.
Berbagai kota lain di dunia sudah menggunakan tes antigen sebagai salah satu cara mengatasi pandemi.
Restoran, bar dan gym di kota-kota seperti Berlin dan New York sering meminta pengunjungnya untuk menjalani tes antigen sebelum diizinkan masuk.
Tes bisa membebaskan Jepang
Warga usia muda di Jepang paling banyak tertular dalam gelombang kelima COVID.
Sebagian dari mereka belum mendapat jatah untuk divaksinasi, sebagian lainnya masih memiliki keraguan.
Beberapa pemerintahan lokal sudah menutup sementara pendaftaran vaksinasi, karena persediaan vaksin mulai berkurang.
Dengan tingkat kesabaran warga yang menurun, para dokter berharap bisa mengeluarkan "Kartu Bebas Corona Tokyo", sehingga memungkinkan mereka yang belum mendapatkan vaksinasi bisa tetap keluar rumah.
Sejumlah dokter di Jepang sedang bereksperimen dengan sebuah tes, yang akan perbolehkan warga datang ke tempat umum meski belum divaksinasi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi