Tetangga N
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
Menjelang Asar, tercapailah perdamaian. Saya kebagian tugas menuliskan beritanya dari dua sisi: Suara demonstran dan Yoseb.
Kamis malam, di lini masa WhatsApp group pensiunan "Jawa Pos" Cowas, muncul permintaan doa untuk Yoseb yang dalam kondisi kritis di RS Islam, Surabaya.
Pagi tadi, muncul berita duka: Yoseb telah berpulang untuk selama-lamanya.
Inalillahi waina ilaihi rojiun. Selamat jalan sobatku. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosamu dan melipatgandakan amal baikmu.
Meski saya hanya bekerja dua tahun di kantor Jawa Pos Surabaya, nama Yoseb tidak akan pernah hilang dari ingatan saya. Selama saya masih bisa mengetik, selama itu pula saya akan teringat namanya: Karena tombol "N" dan "B" tetap bertetangga.
***
Yoseb belum pensiun ketika saya menjadi sesuatu di luar Jawa Pos.
Hubungan saya dengan Yoseb pun terputus. Tetapi saya tidak akan lupa: Yoseb adalah "dokter bahasa" angkatan pertama di Jawa Pos.
Dua babi dan satu Yoseb membuat media yang saya pimpin bermasalah. Anda sudah tahu nama media di zaman itu: Jawa Pos.
- Ray Sahetapy Meninggal Dunia, Raya: Surya Langsung Beli Tiket Jam 5 Subuh
- Mengenang Sosok Ray Sahetapy, Ira Wibowo: Kami Semua Sedih, Dia Sangat Open
- Kenang Sosok Ray Sahetapy, Deddy Mizwar: Teman Diskusi yang Menyenangkan
- Ini Identitas Korban Minibus Masuk Jurang di Sabang, 1 Tewas
- Detik-Detik 2 Warga Mamuju Tewas Tersengat Listrik
- Pagar Danau