Tetap Perkasa di Tengah Pandemi, Industri Pertanian Wajib Masuk Radar Investor

Di akhir 2020, sektor pertanian menjadi satu-satunya yang bertumbuh positif.
"Di Triwulan II 2021, pertumbuhan tertinggi. Nilai ekspor pertanian meningkat lebih dari 47 persen di 2021 dibandingkan periode 2020, lebih dari 90 persen dari industri makanan minuman," katanya.
Hal senada dikatakan, Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira.
Menurutnya, industri pertanian memiliki potensi yang besar sekali untuk menjadi sektor penggerak pemulihan ekonomi nasional.
Hal ini terbukti selama dua tahun belakangan ini sektor pertanian menjadi pilar utama perekonomian nasional yang konsisten tumbuh dan menyumbang 14,3 persen terhadap PDB nasional pada kuartal III 2021.
"Dampak yang diciptakan oleh sektor pertanian juga terbukti mampu menampung tenaga kerja yang terdampak oleh pandemi."
"Ketika sektor usaha lainnya mengalami penurunan serapan tenaga kerja, data per Februari 2021 justru menunjukkan sektor pertanian berhasil menyerap 29,5 persen total lapangan kerja,” kata Bhima.
Indonesia sebagai negara dengan lahan pertanian, kehutanan, dan perikanan yang terbesar di Asia Tenggara, memiliki modal untuk bisa menguasai pasar global.
Industri pertanian di tengah pandemi Covid-19 terus bertumbuh tak seperti jenis usaha lainnya
- Media Asing Sorot Danantara, Dinilai Serius soal Profesionalitas
- Ini Aturan Baru Pemberitahuan Pabean di Kawasan Bebas, Simak Penjelasan Bea Cukai
- Agenda Tahunan Investor Gathering 2025, Kumpulkan Donasi Infak Saham untuk Masyarakat
- Wamen Investasi Promosikan Peluang Hilirisasi kepada 40 Investor Australia
- Bibit.id Bagikan Tiga Strategi Cerdas Maksimalkan THR 2025
- Bank Mandiri Terbitkan Global Bond US$800 juta di Tengah Ketidakpastian Pasar