Thaksin Tuding Abhisit Contek Kebijakan
Senin, 26 Januari 2009 – 09:06 WIB
BANGKOK - Thaksin Shinawatra kembali menghiasi media. Sebuah kritik pedas dilayangkan pemimpin terkudeta Thailand itu kepada Perdana Menteri (PM) Abhisit Vejjajiva kemarin. Dia menyebut Abhisit terlalu mengeksploitasi kebijakan populisnya dengan meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai THB 115,7 miliar (sekitar Rp 37,2 triliun). Saat itu, menurut Agence France-Presse, program populis Thaksin menuai kritik keras dari Partai Demokrat. Salah satu tokoh partai yang santer mengkritik politikus lulusan Oxford University tersebut adalah Abhisit. Kini posisi dua tokoh yang saling bersaing itu berkebalikan. Thaksin ganti menjadi pengkritik dan Abhisit adalah penguasa yang dikritik. (hep/ttg)
Thaksin tidak yakin, program pemulihan ekonomi yang dirancang pemerintahan Abhisit dengan dana sebesar itu bakal sukses. ''Saya tidak tahu, berapa dana yang benar-benar akan diserap masyarakat,'' ujarnya dalam wawancara telepon seperti diberitakan Associated Press kemarin (25/1). Namun, dia tidak bersedia merinci tujuan kritik atau maksud pernyataannya tersebut.
Baca Juga:
Lebih lanjut, dia menuding Abhisit menjiplak kebijakannya. Sebab, politikus sekaligus pebisnis itu menyatakan pernah menerapkan kebijakan yang sama saat masih menjabat kepala pemerintahan. Di masa Thaksin, paket stimulus tersebut dikemas dalam bentuk skema kesehatan universal, dana pedesaan, dan beasiswa pendidikan. Berkat program populis pada periode 2001-2006 tersebut, Thaksin semakin populer dan dicintai rakyat.
Baca Juga:
BANGKOK - Thaksin Shinawatra kembali menghiasi media. Sebuah kritik pedas dilayangkan pemimpin terkudeta Thailand itu kepada Perdana Menteri (PM)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Ukraina & Suriah Perkuat Hubungan Diplomasi Kemanusiaan di Tengah Invasi Rusia
- Gencatan Senjata Tak Berpengaruh, Tentara Israel Tetap Lakukan Pelanggaran di Lebanon
- Arab Saudi Janjikan Pelayanan Kelas Dunia untuk Jemaah Haji & Umrah
- Korsel Diguncang Skandal Politik, Korut Pamer Rudal Hipersonik
- Jerman dan Amerika Diguncang Aksi Teror, Prancis Panik
- Iran Izinkan Anak 14 Tahun Jalani Operasi Plastik demi Kecantikan