The Lucky Country
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Akan tetapi, orang-orang kulit putih itu tidak peduli. Mereka menduduki wilayah itu dan mengklaimnya sebagai pemilik sah.
Orang-orang Aborigin yang tinggal di padang-padang yang tersebar di Tasmania dianggap tidak ada.
Prinsip yang diterapkan oleh Inggris adalah ‘’terra nulius’’ atau wilayah kosong.
Australia dianggap sebagai terra nullius dan karena itu Inggris bisa mendakunya secara gratis.
Model kolonialisme dan imperialisme yang sama dilakukan terhadap Amerika.
Ketika penjelajah Inggris menemukan Amerika mereka serta merta menjadikannya sebagai koloni, tanah jajahan.
Keberadaan ratusan ribu suku Indian dengan berbagai kabilah diabaikan dan dianggap tidak ada.
Kolonialis dan imperialis Inggris bahkan melakukan genosida, pembantaian besar-besaran terhadap penduduk asli Amerika.
Panggung Piala Dunia 2022 tahun ini seolah menegaskan posisi Australia sebagai The Lucky Country.
- Donald Trump Makin Berniat Mencaplok Greenland
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi
- Terungkapnya Tindakan Kekerasan di Sejumlah Pusat Penitipan Anak di Australia
- Fuerza Arena Mini Football Resmi Dibuka, Gunawan Dukung Anak Muda Berprestasi
- Kabar Australia: Gaji AU$ 100.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah