The Lucky Country
Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Orang Aborigin yang bertahan hidup menjadi korban diskriminasi sampai sekarang.
Penjajah Inggris melakukan pembersihan etnis melalui program reedukasi.
Anak-anak Aborigin diambil paksa dari keluarganya dan dididik dengan model pendidikan Eropa.
Cara ini dilakukan untuk menjadikan penduduk asli itu lebih beradab, karena hal itu merupakan kewajiban bangsa kulit putih yang merasa punya peradaban tinggi.
Itulah prinsip ‘’White’s Man Burden’’ yang menjadi justifikasi kolonialisme dan imperialisme.
Orang kulit putih merasa punya kewajiban untuk menjadikan penduduk pribumi lebih beradab, dengan cara menjajah mereka dan mendidik mereka dengan standar orang kulit putih.
Australia kemudian menjadi wilayah koloni dan tempat buangan para narapidana dari Inggris.
Mereka inilah yang kemudian menjadi cikal bakal penduduk kulit putih di Australia.
Panggung Piala Dunia 2022 tahun ini seolah menegaskan posisi Australia sebagai The Lucky Country.
- Donald Trump Makin Berniat Mencaplok Greenland
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi
- Terungkapnya Tindakan Kekerasan di Sejumlah Pusat Penitipan Anak di Australia
- Fuerza Arena Mini Football Resmi Dibuka, Gunawan Dukung Anak Muda Berprestasi
- Kabar Australia: Gaji AU$ 100.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah