Tidak Ada Kepastian Kapan Perbatasan Australia Akan Dibuka Kembali, Apalagi Vaksinasi Tidak Sesuai Target

Maskapai lainnya, Virgin Australia, mengatakan akan memfokuskan diri pada penerbangan domestik dan akan bersikap 'fleksibel' mengenai perjalanan internasional jarak pendek.
"Kami akan terus mempertimbangkan nasehat Pemerintah dan pihak berwenang kesehatan mengenai vaksinasi, dan akan membuat keputusan yang sejalan untuk keselamatan dan keamanan penumpang dan awak," kata juru bicara Virgin Australia.
Sebuah laporan yang dibuat oleh Deloitte Access Economics pada pekan lalu memperkirakan perjalanan internasional tidak akan kembali normal sampai beberapa tahun ke depan, karena adanya varian baru COVID-19 sehingga perbatasan harus dibuka bertahap.
"Untuk Australia, bentuk karantina bagi mereka yang masuk [ke Australia] tampaknya akan terus diberlakukan selama beberapa waktu," tulis laporan tersebut.
"Ini akan membuat perjalanan internasional [masuk maupun keluar] akan tetap berkurang di tahun 2022 dan mungkin baru akan kembali ke tingkat sebelum pandemi di tahun 2024."
Pihak oposisi di tingkat Federal, Partai Buruh mengkritik Pemerintah karena tidak membuat target baru mengenai vaksinasi.
Mereka menganggap hal ini akan membuat ketidakpastian bagi publik dan kalangan bisnis.
"Jika membandingkan bagaimana kita menjalankan vaksinasi dengan negara-negara lain, maka sangat mengecewakan," kata Brendan O'Connor dari Partai Buruh.
Kapan perbatasan Australia akan dibuka lagi? Tahun 2023 atau 2024? Jangan terlalu berharap karena ada sejumlah alasan yang dipertimbangan oleh Pemerintah Australia
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi