Tidak Level
Oleh Dahlan Iskan

USA Today berbuat seperti yang dilakukan terhadap Trump sekarang ini. Dan Duke memang kalah di pilgub itu.
Duke memang selalu kalah. Di pemilihan apa saja.
Ikut nyapres lewat Demokrat kalah sebelum maju. Ikut nyapres partai Republik juga kalah di babak sangat awal. Ikut pileg untuk dapil di Louisiana juga kalah. Ikut pileg DPD di Louisiana juga kalah.
Satu-satunya yang pernah menang hanya saat pemilihan anggota DPRD di Louisiana. Itu pun untuk pemilu sela. Menggantikan anggota DPRD yang berhenti.
Itu pun harus dua putaran. Itu pun hanya dapat 8.469 suara.
Sejak mahasiswa Duke sudah ekstrem. Mendirikan banyak organisasi mahasiswa radikal.
Kata-katanya, pidatonya, tindakannya memberikan kesan seperti Trump sekarang. Sejak mahasiswa Duke sudah anti-kulit hitam, anti-Yahudi, memuja keunggulan kulit putih.
Duke juga menganggap holocaust itu hanya mitos. Tidak benar-benar ada.
Kali ini tumben. Setiap kali ada pilpres koran-koran besar Amerika bersikap: mendukung capres yang mana. Kecuali harian nasional USA Today.
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump