Tidak Masalah Praktik Mengajar Dihapus, tapi…

Mahasiswa bisa terjun ke sekolah untuk meneliti psikologi pendidikan siswa. Bagaimana psikologi anak yang pintar dalam mencermati paparan guru.
Kemudian mahasiswa keguruan juga bisa praktik membuat pengembangan kurikulum bersama guru-guru di sekolah.
Menurutnya kehadiran mahasiswa keguruan di sekolah itu sudah menjadi identitas. Tidak boleh dihapus. Dia mencontohkan mahasiswa pendidikan dokter.
Meskipun nanti ada pendidikan profesi guru, mahasiswa pendidikan dokter tetap terjun ke rumah sakit. ’’Meskipun belum menjalankan tugas layaknya dokter,’’ pungkasnya.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengatakan pemerintah memang sedang memperbaiki kuliah keguruan.
’’Tujuannya supaya dapat mencetak guru-guru berkualitas. Ujungnya menghasilkan lulusan siswa yang memiliki kompetensi,’’ katanya.
Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengatakan, selama ini banyak keluhan dari kalangan industri. Mereka tidak bisa menyerap lulusan SMK, misalnya, karena kompetensinya kurang.
Setelah ditelusuri, ternyata dari proses pembelajarannya kurang baik. Dia berharap program pembenahan proses kuliah calon guru ini juga didukung oleh kampus lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK).
Pemerintah berencana menghapus mata kuliah praktik mengajar untuk sarjana keguruan. Kebijakan tersebut menuai sorotan publik.
- Pemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah Siap Huni untuk Guru, Mendikdasmen: Ada Subsidinya
- Flip Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Guru Mengaji di Pelosok Indonesia
- Begini Kebiadaban OPM terhadap Guru Honorer dan Nakes di Yahukimo
- Bupati Yahukimo Tegaskan Guru & Nakes di Anggruk bukan Anggota TNI-Polri
- Polri-TNI Evakuasi Para Guru & Tenaga Kesehatan yang Diserang KKB di Yahukimo
- 20 Ribu Guru di Sejumlah Daerah Ini Segera Menerima Kunci Rumah Subsidi