Tiga Dirut BUMN Kosong, Rini Minta Waktu Cari Pengganti

jpnn.com - JAKARTA - Tiga Direktur Utama (Dirut) perusahaan pelat merah dipercaya menjadi pembantu Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi menteri periode 2014-2019.
Tiga dirut tersebut yakni Dirut PT KAI Ignasius Jonan, Dirut Telkom Arif Yahya dan Dirut PT Pindad Sudirman Said. Mulai hari ini ketiganya resmi tidak lagi menjabat sebagai dirut.
Mengenai siapa pengganti ketiganya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga telah diingatkan agar segera mencarikan pengganti. Ia sadar bila jabatan tersebut terlalu lama dibiarkan kosong, bisa mempengaruhi kinerja perseroan.
"Saya harus secepatnya mendapatkan pengganti. Itu tentunya memberikan dampak kepada BUMN itu sendiri," ucap Rini di Kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (27/10).
Ia yakin para direksi lainnya akan berupaya untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut selama beberapa hari ke depan. "Biarpun dirut nya tidak ada, tapi direktur yang lain saya rasa juga masih terus bekerja," katanya.
Ditanya siapa yang bakal mengganti tiga dirut tersebut, Rini meminta waktu untuk mendalami siapa yang tepat untuk memimpin tiga perusahaan pelat merah itu. "Berikan saya waktu untuk betul-betul mencari pengganti dan menganalisa terlebih dulu," pintanya. (chi/jpnn)
JAKARTA - Tiga Direktur Utama (Dirut) perusahaan pelat merah dipercaya menjadi pembantu Presiden RI Joko Widodo untuk menjadi menteri periode 2014-2019.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Pengamat Sebut Peluncuran Danantara jadi Tonggak Baru Ekonomi Indonesia
- Pembentukan Danantara untuk Menguatkan Kemandirian Energi Nasional
- Ananta Agung Junaedy: BPI Danantara Menjawab Tantangan Ekonomi Global
- Tokopedia-ShopTokopedia Hadirkan Lagi Ramadan Ekstra Seru, Simak Tren Belanja Jelang Puasa
- Midea Meresmikan Direct Service Center di Bekasi
- Sambut Danantara, Puskepi Yakin Aset Negara Bakal Dikelola secara Optimal