Tiga Pelajar Komplotan Begal di Batam Diringkus Polisi
"Sasarannya anak sekolah semua. Termasuk teman-teman (sekolah) mereka sendiri juga. Ada yang rampas uang, hape bahkan sepeda motor," kata Hendrianto.
Untuk mencocokan hasil rampasan para pelaku itu, pihak kepolisian Sagulung kata Hendrianto akan berkoordinasi dengan polsek-polsek terkait yang menangani laporan aksi kriminal dari komplotan itu.
Tiga pelaku yang dibekuk itu merupakan siswa SMP dan SMK yang masih aktif sekolah. Ye, siswa kelas dua di salah satu SMK Swasta di Batuaji, Re siswa kelas satu di salah satu SMK Swasta di Sagulung dan Rnl siswa kelas tiga salah satu SMPN di Sagulung.
Ketiganya merupakan warga Batuaji dan Sagulung. Selain ketiga pelaku itu, polisi juga masih memburuh dua pelaku lain yakni In,14 (wanita) dan Re,15 (pria).
"Ada satu cewek, tapi masih buron bersama satu pelaku lain (Re)," ujar Hendrianto.
Dari tangan tiga pelaku tersebut polisi mengamankan barang bukti hasil rampas berupa lima unit ponsel pintar berbagai merek.
"Ada tiga sepeda motor (Honda Vario BP 2768 GA, Yamaha Mio BP 5580 FI dan Honda CBR 150 tanpa plat nomor). Tapi setelah dicek motor itu punya orangtua mereka karena ada surat-suratnya. Kalau motor yang dirampas atau hasil begal masih dalam pengembangan," tutur Hendrianto.
Untuk sementara para pelaku kata Hendrianto dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal enam tahun penjara. "Untuk curat (begal) nanti kami koordinasi lebih lanjut dengan polsek lain," tuturnya.
Tiga pelaku begal yang selalu meresahkan warga Batuaji dan Sagulung dibekuk anggota Polsek Sagulung Rabu (23/8) malam.
- Menilik Peluang Menang Para Calon Wali Kota Batam Versi Survei Indikator Politik
- Pencinta Kuliner Merapat, Hotel di Batam Ini Hadirkan Dimsum All You Can Eat
- Aliansi Mahasiswa di Batam Laporkan Amsakar Achmad ke Bareskrim Polri, Ini Masalahnya
- Polda Riau Buru Wanita Pemasok Pakaian Bekas di Batam dan Sumatra
- Gudang Barang Bekas Ilegal di Batam Digerebek, Polisi Buru Pemasok
- Kecewa, Anggota Komisi VI DPR Minta M Rudi Mundur dari Jabatan Kepala BP Batam, Ini Penyebabnya