Tiket Pesawat Mahal, PHRI Menjerit

jpnn.com, BALIKPAPAN - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Sahmal Ruhip mengatakan, Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kalimantan Timur harus serius menggeliatkan sektor pariwisata jika ingin memiliki sumber pendapatan asli daerah (PAD) lain.
Menurut Sahmal, selama ini pemda belum banyak menunjukkan rencana kerja atau rancangan pembangunan pariwisata di Balikpapan.
“Pariwisata seperti apa yang mau ditampilkan di Balikpapan? Membangun infrastruktur untuk pariwisata juga tak semudah yang dipikirkan. Apa pariwisata yang bisa dijual di Balikpapan?” kata Sahmal, Minggu (17/2).
Menurut Sahmal, pada awal tahun ini bisnis hotel di Balikpapan mengalami kelesuan yang cukup signifikan karena berkurangnya wisatawan yang datang.
Harga tiket pesawat dan tarif bagasi yang cukup mahal juga memiliki pengaruh besar.
“Ini bisa dilihat dari beberapa kota besar ketika tanggal merah lalu. Dari info teman-teman tidak seramai hari libur biasanya,” ungkap Sahmal
Sahmal menilai, kenaikan harga tiket pesawat tidak hanya berimbas pada menurunnya okupansi penumpang, tetapi juga okupansi barang.
Pasalnya, pelaku usaha masih terbebani dengan tingginya bagasi yang dikenakan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Sahmal Ruhip mengatakan, Pemkot Balikpapan dan Pemprov Kalimantan Timur harus serius menggeliatkan sektor pariwisata jika ingin memiliki sumber pendapatan asli daerah (PAD) lain.
- Hore! Ada Diskon Tiket Pesawat 10 Hingga 15 Persen
- Pelita Air Tambah Ribuan Kursi Selama Mudik Lebaran 2025, Bakal Ada Extra Flight
- Sultan Apresiasi Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat
- Menhub Sebut Tiket Pesawat Untuk Lebaran Sudah Turun Harga, Simak Nih!
- Kebijakan Penurunan Harga Tiket Pesawat Saat Mudik, InJourney Airports Beri Diskon 50 %
- Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat Lebaran 2025, Pelita Air: Memudahkan Masyarakat