Tim Saber Pungli Awasi PPDB di Sekolah Unggulan

"Saya baru dilaporkan kepala sekolahnya, masyarakat mendukung (SDN 007 Lubukbaja) tidak menerima murid lagi," ungkap Hendri, Kamis (21/6) pagi.
Dia mengatakan, hal ini karena potensi daya tampung siswa usia sekolah dasar di kawasan tersebut sedikit dibanding kebutuhan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang butuh lebih banyak daya tampung.
"Apalagi SMP cuma satu di sekitar itu, SD banyak," imbuhnya.
Walau demikian, ia mengatakan masih menjaring pendapat masyarakat. Ia memastikan rencana soal siswa baru di sekolah dasar tersebut tergantung masukan masyarakat tersebut. "Kalau memang masyarakat tak ingin lagi terima murid kami akan laksanakan," ucap dia.
Dia mangatakan, jika SDN 007 tidak lagi menerima murid daya tampung SMP akan semakin banyak, setiap tahun SMP hanya membuka lima sampai enam kelas. "Biasanya SD terima dua lokal (angkatan setiap tahun), artinya SMP bisa tambah dua nanti," ucapnya.
Namun yang jadi masalah kelak adalah ketersedian tenaga pengajar atau guru. "Mau tidak mau guru mengajar lebih dari jam pelajarannya," tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi meyampiakn sejatinya pihaknya ingin mencari lokasi baru namun terkendala lahan.
"Kalau SD itu tak terima kan hilang SDnya, maka kita kejar lokasi baru sebenarnya. Tetapi lahan tidak ada," pungkasnya.(ska/iza/cr1)
Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Polresta Barelang akan memantau penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah unggulan.
Redaktur & Reporter : Budi
- Gemerlap Danantara
- Kementrans Siapkan Barelang Jadi Pilot Project Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
- DPR Bentuk Panja Usut Mafia Lahan di Batam, Pengamat: Panggil Menteri ATR/BPN
- Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II Batam, 322 Pelamar tak Lulus
- Ingin Jadikan Batam Pusat Investasi, Komisi VI DPR Bentuk Panja
- Balap Liar Kian Meresahkan, Polda Kepri Bertindak