Tim Transisi Jokowi Tampung Usulan Menteri dari Masyarakat

jpnn.com - JAKARTA - Nama Kamajaya, direktur utama PT Gendhis Multi Manis melejit dalam penjaringan kabinet Jokowi-JK. Kamajaya menjadi orang yang paling dijagokan untuk menduduki menteri pertanian pada polling Kabinet Indonesia Hebat di www.kabinetindonesiahebat. Bos pabrik gula tersebut mengalahkan Ketua Harian HKTI Sutrisno Iwantono dan ekonom Iman Sugema.
Bagaimana tanggapan Tim Transisi Jokowi-JK? Deputi Tim Transisi, Hasto Krisiyanto mengatakan akan menampung semua usulan masyarakat dari proses penjaringan kabinet. Nama-nama yang diusulkan akan diserahkan ke Presiden Terpilih Periode 2014-2019, Joko Widodo yang memiliki hak prerogatif memilih pembantunya.
"Pokoknya kami terus mendengarkan aspirasi masyarakat termasuk soal menteri. Tapi keputusan terakhir tetap ada di tangan Pak Jokowi," ujar Hasto kepada wartawan, Selasa (17/9) usai menerima delegasi Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora.
Ketua APTRI Blora, Anton Sudibyo sendiri sebelumnya mendukung Kamajaya menjadi Menteri Pertanian. Karena Kamajaya sudah terbukti peduli dengan para petani.
Selain membeli tebu petani dengan harga tinggi, Kamajaya juga memberikan bantuan modal serta mengikutsertakan petani dalam berbagai pelatihan cocok tanam ke Temanggung, Pasuruan, Madiun sampai ke Thailand dan Kamboja secara gratis. Mereka tak hanya belajar menanam tebu tapi juga jenis tanaman lainnya.
"Kami sekarang bisa nanam melon, buncis, lombok, selain tebu," tandasnya. (awa/jpnn)
JAKARTA - Nama Kamajaya, direktur utama PT Gendhis Multi Manis melejit dalam penjaringan kabinet Jokowi-JK. Kamajaya menjadi orang yang paling dijagokan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kecelakaan di Koja, 2 Pengendara Motor Tewas
- SE Terbaru MenPANRB, Seluruh PNS dan PPPK Wajib Tahu
- Tak Ada Alasan Menunda Pengangkatan CPNS & PPPK 2024, BKN Beri Peringatan Tegas
- Arus Balik Lebaran Padat, Polda Jateng Minta 2 Sopir Dalam Satu Kendaraan
- Hari Ini Puncak Arus Balik Lebaran 2025, Polda Jabar Siaga
- Uang Kompensasi Sopir Angkot Dipotong, Dishub Jabar: Itu Sukarela