Tinggal Demokrat yang Ngotot Presidential Threshold Nol Persen
Sabtu, 08 Juli 2017 – 08:26 WIB
Benny K Harman. Foto: dok/JPNN.com
Rufinus Hotmaulana Hotauruk, anggota pansus dari Fraksi Partai Hanura, bahkan mengajak partai lain untuk bisa menerima pilihan itu. ”Ambang batas tetap diperlukan untuk memilih presiden yang baik,” tutur dia.
Sementara itu, PDIP, Partai Nasdem, dan Partai Golkar tetap bersikukuh dengan angka 20–25 persen. ”Kami sepakat dengan pemerintah,” terang Johnny G. Plate, anggota pansus dari Fraksi Partai Nasdem.
Di sisi lain, dari sepuluh fraksi di DPR, hanya Partai Demokrat yang sampai sekarang masih menginginkan ambang batas nol persen.
”Sikap kami masih sama, nol persen,” terang Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Partai Demokrat Benny K. Harman kepada Jawa Pos kemarin. (lum/c10/fat)
Pendapat sejumlah fraksi di Pansus RUU Pemilu soal presidential threshold semakin condong memilih jalan tengah. Yakni sedikit menurunkan angka yang
Redaktur & Reporter : Soetomo
BERITA TERKAIT
- Yusril: Kemungkinan MK Juga Batalkan Parliamentary Threshold
- MK Hapus Presidential Treshold, Ketua DPD Hanura Sultra: Konstitusi Kembali ke Tangan Rakyat
- Ambang Batas PT Dihapus, Pengamat Menyoroti Beban Anggaran & Kerja Penyelenggara Pemilu
- Penghapusan Ambang Batas Pencalonan Presiden Jadi Angin Segar Bagi Rakyat
- Ketua DPP PDIP Said Abdullah Tanggapi Putusan MK Tentang Penghapusan Presidential Threshold
- Mahfud Sebut Putusan MK Soal Ambang Batas Pencalonan Presiden Harus Ditaati