Tinggalkan Australia demi Mengurus Anak Miskin di Tanah Air
Merasa Bahagia Dipanggil Mama oleh Anak Jalanan

Keputusan Henny-Yoanes itu pun mengundang kontroversi di internal keluarga. ’’Kami dibilang gila. Sebab, sebagai permanent residence (PR) di Australia, kami mendapatkan fasilitas yang luar biasa. Banyak orang yang ingin mendapatkan PR di sana, tapi kami justru melepaskannya begitu saja,’’ ungkap Yoanes.
Henny-Yoanes memulai misi sosial mereka di Bandung. Saat itu, Yoanes bekerja di gereja, sedangkan Henny menjadi pengajar bahasa Inggris. ’’Kami tinggal tak jauh dari kampung kumuh di Bandung. Saat itu, kami sering bertemu dengan anak-anak putus sekolah yang aktivitasnya hanya bermain thok setiap hari,’’ cerita Henny.
Dia lalu mendekati anak-anak remaja itu. Perempuan kelahiran Jakarta, 23 Januari 1978, tersebut menawari mereka untuk belajar bahasa Inggris secara gratis. ’’Pikiran saya simpel saja. Meskipun mereka tak sekolah, kalau bisa bahasa Inggris, kan bisa untuk modal bekerja di hotel atau di tempat-tempat pariwisata,’’ paparnya.
Tidak disangka, anak-anak seusia siswa SMP itu ternyata menyambut tawaran Henny. Mereka dengan senang hati mendatangi rumah kontrakan Henny untuk belajar bahasa Inggris setiap hari. Dari hari ke hari, jumlah anak yang belajar pun semakin banyak.
Lain lagi cerita Henny di Cimahi. Dia bertemu keluarga miskin yang memiliki seorang anak yang bertahun-tahun tidak berani keluar rumah. Anak itu, rupanya, mengalami trauma akut. Dia pernah dipukuli warga karena tertangkap sedang mencuri susu.
’’Dia mengaku terpaksa mencuri karena tidak tega melihat tidak ada makanan untuk adiknya di rumah,’’ jelas Henny.
Saat itu, Henny lalu menyisihkan uang hasil keringatnya untuk membantu sembako kepada warga di kampung tersebut. Dari situlah dia mulai bisa menggerakkan teman-temannya hingga bantuan dermawan ikut berdatangan.
’’Sejak di Bandung dan Cimahi itu, saya bertekad untuk terus membantu warga yang membutuhkan. Tidak hanya berupa uang dan barang yang akan habis dalam sekejap, tapi juga pikiran dan ilmu yang kami punya,’’ paparnya.
Pasangan Yoanes dan Henny Kristianus dianugerahi soul yang sama di bidang kemanusiaan. Suami istri itu rela meninggalkan bisnis dan sejumlah fasilitas
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara