Tingkah Para Bintang Porno Asing ketika Main Film di Indonesia
Tera Suka Ganti Baju di Depan Kru, Miyabi Suka Dipijat
Rabu, 25 Mei 2011 – 08:08 WIB

Ody Mulya Hidayat dari Maxima Pictures yang mendatangkan bintang porno asing seperti Sasha Grey, Tera Patrick, dan Miyabi ke Indonesia. Foto : Fedrik Tarigan/INDO POS/JPNN
Menurut Keke (panggilan akrab Dheeraj), selain dibintangi artis film kelas dunia, film yang dirilis pada 28 April itu semakin spesial lantaran diproduksi di dua tempat. Yakni, Indonesia dan Hollywood. "Sasha syuting di Hollywood, sedangkan yang artis lokalnya di sini (Indonesia)," imbuh pria keturunan India tersebut.
Namun, meski pengambilan gambar Sasha dilakukan di Hollywood, tidak berarti upaya untuk menggaet artis kelahiran North Highlands, California, 14 Maret 1988, tersebut sangat mudah. Keke mengaku dirinya membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan untuk mendekati Sasha hingga akhirnya mau menandatangani kontrak kerja sama.
Selain itu, bujet yang harus disiapkan sebagai honor Sasha cukup tinggi. Meski tak menyebutkan jumlah pastinya, Keke mengisyaratkan, dirinya mengeluarkan puluhan miliar rupiah hanya untuk menggaji artis bokep bernama asli Marina Ann Hantzis itu. Belum lagi biaya produksi lainnya. "Saya harus mengirim 200 kru untuk syuting di Hollywood," ujarnya.
Padahal dalam film tersebut Sasha sebenarnya tidak banyak melakukan adegan-adegan sulit. Bahkan terkesan standar. Dia lebih banyak berakting melakukan pembicaraan di webcam mengenakan pakaian serbamini dengan gaya-gaya nakal khas pemain film panas. Namun, bagaimanapun, Keke sangat puas atas film yang diproduksinya tersebut. Menurut dia, nama besar Sasha-lah yang mendongkrak film itu.
Para penggemar film bokep (porno) tentu tak asing dengan nama-nama ini: Sasha Grey, Tera Patrick, dan Miyabi. Ketiganya pernah bermain film di Indonesia.
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara