Tingkat Melek Huruf Warga Aborijin di Australia Rendah

Ia dibesarkan dalam kehidupan yang sulit di bawah Undang-undang Perlindungan Suku Aborigin, yang mengobarkan semangat Bibi Val untuk membawa peluang bagi orang-orang Aborigin.
Di usia 50-an, Bibi Val pergi ke universitas untuk mendapatkan gelar.
Dia mengatakan tidak pernah terlambat untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
"Memang agak terlambat untuk pergi kuliah, tetapi jika saya bisa, yang lebih muda harus juga kuliah di perguruan tinggi. Mereka akan pergi, tetapi tidak cukup," katanya.
"Saya sudah pernah bekerja di semua sekolah dan saya mengajar tiga bahasa, tidak hanya untuk orang Aborigin.
"Kami punya program 0-8 dan kami punya buku pendidikan semuanya dalam ketiga bahasa itu. Sangat penting untuk menyebarkannya."
Bibi Val mengatakan dia yakin bagian dari solusi itu adalah program proaktif yang lebih baik mendukung orang asli di sekolah dan memaksakan wajib hadir.
Dia mengatakan sebuah pusat khusus untuk anak-anak aborijin untuk melakukan pekerjaan rumah, dan kelompok bermain di mana orang dapat berinteraksi dengan orang yang lebih tua, dapat membuat perbedaan nyata.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi