Tingkat Stres Yang Tinggi Menyebabkan Otak Menyusut?

Selanjutnya, kadar kortisol yang tinggi juga terkait dengan perubahan di otak yang dikenal sebagai prekursor penyakit Alzheimer.
"Sebuah pesan penting untuk saya dan orang lain adalah bahwa ketika tantangan datang ke arah kami, menjadi frustrasi merupakan hal yang sangat kontraproduktif - tidak hanya untuk mencapai tujuan kami, tetapi mungkin dalam hal kapasitas kami untuk menjadi produktif," kata ketua peneliti, Sudha Seshadri, seorang profesor neurologi di Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio, seperti dilansir laman MSN,Minggu (20/1).
Hal yang meresahkan para peneliti adalah bahwa perubahan fisik di otak juga bisa terjadi pada sekelompok orang yang berusia di bawah 50 tahun.
"Kenyataannya, memiliki tingkat kortisol yang lebih tinggi juga dikaitkan dengan perubahan fungsi otak pada awal kehidupan," catat Seshadri.
Seshadri merekomendasikan agar Anda mencoba aktivitas santai dan tetap berpegang pada apa pun yang cocok untuk mengurangi risiko demensia.
Beberapa sarannya termasuk meditasi, olahraga, yoga, tidur yang cukup dan mempertahankan kehidupan sosial yang kuat.(fny/jpnn)
Kadar kortisol yang tinggi juga terkait dengan perubahan di otak yang dikenal sebagai prekursor penyakit Alzheimer.
Redaktur & Reporter : Fany
- 3 Makanan yang Baik untuk Otak
- Pemprov DKI Jakarta Siapkan Aplikasi Layanan Konsultasi Kesehatan Mental & Jiwa, Gratis
- 9 Khasiat Daun Salam, Ampuh Obati Penyakit Ini
- Rutin Mengonsumsi 8 Makanan Ini, Kesehatan Otak Tetap Terjaga
- 5 Manfaat Ginseng yang Baik untuk Jantung
- 3 Manfaat Susu Kurma yang Baik untuk Jantung