Tiongkok Janji Tambah Investasi
Jumat, 15 Juni 2012 – 03:03 WIB
Menurut Alim, Indonesia harus belajar kepada Tiongkok yang sudah lebih dahulu menjalankan industrialisasi dan sukses memajukan ekonominya. Karena itu, dia juga meminta agar Tiongkok lebih banyak menanamkan investasi di Indonesia. "Prioritas kita adalah pembangunan ekonomi yang sehat, eco economy," ucapnya.
Meski mengakui kehebatan Tiongkok dalam memasarkan produk-produknya ke berbagai negara, termasuk Indonesia, namun Bos Maspion Group tersebut tetap menyatakan bahwa warga negara Indonesia harus tetap memprioritaskan produk-produk dalam negeri. "Maka, Cintailah produk-produk Indonesia," ujar Alim dengan suara khasnya, yang disambut tawa dan applaus meriah dari 60an orang yang hadir dalam acara tersebut.
Sementara itu, dalam sambutan singkatnya selama kurang dari 1 menit yang disampaikan dalam bahasa Tiongkok, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, dirinya merasa gembira bisa bertemu dengan delegasi Tiongkok.
"Mudah-mudahan Indonesia dan Tiongkok bisa meningkatkan kerjasama untuk memajukan ekonomi kedua negara. Itu saja pidato saya. Sebab, saat ini yang terpenting bukan pidato, tapi makanan yang sudah tersaji di meja, jadi mari kita makan bersama," ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan para hadirin.
JAKARTA - Hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok (China) kian erat. Di tengah isu mengenai banjir produk Tiongkok di Indonesia, Negeri Tirai Bambu
BERITA TERKAIT
- Pertamina Regional Indonesia Timur Raih Penghargaan Internasional Best Practice GCSA 2024
- Mendes Yandri Susanto Sebut BUMDes Penting Cegah Efek Negatif Urbanisasi Bagi Desa
- Sertifikasi Halal Lindungi UMK dari Serbuan Produk Luar Negeri
- Kebijakan Perdagangan Karbon Indonesia di COP 29 Dinilai Bermasalah
- Bea Cukai Parepare Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih Rp 2,25 Miliar, Terbanyak Rokok
- Anindya Bakrie: Kita Harus Dorong Investasi Asing yang Ciptakan Lapangan Kerja