Tito Akui Lone Wolf Sulit Dideteksi
Pelaku akhirnya ikut dalam percakapan internet seperti di kelompok Telegram yang radikal.
"Kemudian belajar sendiri cara mengatur serangan survei sendiri dan melakukan serangan yang dia pilih sendiri," jelas Tito.
Karenanya, untuk mendeteksi lone wolf perlu sinergi dari BIN dan TNI.
Fungsinya adalah mendeteksi dini rencana sehingga bisa dilakukan operasi pencegahan.
Di samping itu, kata dia, peran Badan Siber Nasional dan Kemenkominfo juga sangat ampuh dalam penanggulangan pelaku lone wolf ini.
Kemenkominfo bisa berfungsi memblokir situs-situs radikal.
Sedangkan Badan Siber Nasional mendeteksi semua internet chatting yang masuk.
"Semua saluran komunikasi mereka dipenetrasi. Yang bisa ditutup, ya, ditutup, yang bisa masuk kami masuk bagian dari mereka sehingga tahu rencana mereka.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, fenomena aksi leaderless jihad atau lone wolf sangat sulit dideteksi.
- Percepatan Pengangkatan PPPK & CPNS 2024, BKN Minta Usulan Jangan Mepet
- Perintah Mendagri kepada Pemda terkait Pengangkatan PPPK & CPNS 2024, Jelas
- Dulu Usut Teroris, Kini Brigjen Eko Hadi Dipilih jadi Dirtipid Narkoba Bareskrim
- Mendagri Tito Yakin Indonesia Emas 2045 Bakal Tercapai: Semua Daerah Harus Bergerak
- Retret Kepala Daerah Dilaporkan ke KPK, Mendagri Berikan Penjelasan, Silakan Disimak
- Rapat Kerja dengan BNPT, Sugiat Apresiasi Zero Aksi Teror di 2024