TKA Ilegal dari Tiongkok Marak, Golkar Minta Pemerintah Lebih Galak
jpnn.com - JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengingatkan pemerintah agar serius menyikapi persoalan tenaga kerja asing (TKA) ilegal asal Tiongkok yang belakangan marak. Menurutnya, harus ada ketegasan untuk mengatasi membanjirnya TKA dari Tiongkok yang diduga memanfaatkan fasilitas bebas visa untuk wisatawan.
"TKA ilegal perlu ditertibkan. Harus ada ketegasan tentang kedatangan orang dari luar negeri. Kalau tujuannya wisata ya wisata," kata Idrus saat konferensi pers di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (23/12).
Namun, Idrus mengaku tak setuju dengan anggapan yang menyebut penyebab utama TKA ilegal menyerbu Indonesia karena fasilitas bebas visa kepada 169 negara sejak Maret lalu. Sebab, sambungnya, hal yang juga harus dilakukan adalah meningkatkan pengawasan.
"Kita juga tidak boleh membatasi orang untuk datang dari luar negeri tanpa alasan. Tapi perlu kita tertibkan. Kalau sebagai wisatawan ya wisatawan, jangan begitu sampai Indonesia ada kongkalikong kemudian beralih fungsi. Ini tidak boleh," jelasnya.
Karenanya Idrus mendorong pemerintah menertibkan TKA ilegal. Caranya dengan meningkatkan koordinasi di antara instansi terkait.
"Untuk menertibkan ini perlu ada sinergitas dari lembaga-lembaga yang ada. Misalnya Kemenkumham yang membawahi masalah imigrasi, kementerian tenaga kerja. Segera inventarisir," pungkasnya.(fat/jpnn)
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengingatkan pemerintah agar serius menyikapi persoalan tenaga kerja asing (TKA) ilegal
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Kapolri Ajak Pemuda Muhammadiyah Berantas Judi Online & Polarisasi Pilkada Serentak
- Penjelasan BKN soal Penentuan Kelulusan PPPK 2024, Honorer K2 Bisa Senang Nih
- Demo di Depan DPD PKS, Ikatan Santri Jakarta Minta Suswono Diadili
- Pemuda Muhamadiyah Harus Siap Hadapi Tantangan Politik Menuju Indonesia Emas 2045
- Kasatreskrim Ditembak Kabag Ops di Sumbar, Kadiv Propam Bilang Begini
- Namanya Dicatut Oknum Wartawan di Sejumlah Daerah, Edi Lemkapi Bakal Lapor Polisi