TKN: Sekarang Kiai Ma'ruf Amin Sedang Pegang Kendali

jpnn.com, JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Garda Maharsi menilai survei Litbang Kompas adalah teknik riset yang dilakukan pada periode tertentu. Artinya, menipisnya perolehan elektoral Jokowi - Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi yang hanya berjarak 11,8 persen belum mewakili perolehan suara menjelang detik-detik pencoblosan atau saat Pilpres dan Pileg 17 April nanti.
Garda meyakini, survei turun atau naiknya hasil survei elektoral adalah dinamika politik. “Kami dari tim kampanye nasional sangat menghargai. Namun, masih ada masa berkampanye dari pertemuan terbatas dan pertemuan terbuka pada 24 Maret nanti yang bisa jadi menentukan, dan kondisi setelah debat ketiga belum masuk,” kata Garda dalam keterangan pers, Kamis (21/3).
(Baca Juga: Jokowi: Ini Energi Besar)
Garda menjelaskan tentang waktu survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas yang memiliki margin of error +/- 2,2 persen boleh saya dipercaya. Namun, yang harus digarisbawahi survei tersebut dilakukan pada 22 Februari-5 Maret 2019 atau sebelum debat cawapres digelar.
“Saya rasa rentang waktu juga menentukan. Litbang Kompas periode tertentu. Di luar akademis wilayah politik elektoral dilakukan belum ada debat ketiga,” ujar Garda.
Menurut caleg di dapil Lampung tersebut, performa Ma'ruf cukup memikat pada debat ketiga. Mulai dari gaya diplomasi maupun program yang dirancang ala Jokowi-Ma’ruf Amin dianggap cukup memengaruhi para undecided voter. Termasuk para generasi millenial tahap awal atau pemilih pemula.
“Kan ada ten year challenge, Dudi (Dunia Usaha dan Dunia Industri), membangun badan riset teknologi. Sekarang Kiai Ma’ruf Amin sedang pegang kendali,” pungkasnya. (*/adk/jpnn)
Garda Mahrasi meyakini, turun atau naiknya hasil survei elektoral adalah bagian dari dinamika politik.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah
- Tanggapi Survei LPI, Pengamat Unhan: Survei Bagian dari Pendidikan Politik