TNI AL Gelar Kompetisi PPKM-Maritime Hackathon

Eks Komandan Lantamal X Jayapura itu berharap kompetisi tersebut mampu menjaring potensi masyarakat yang memiliki kompetensi strategis dan membangun kesadaran maritim di kalangan komunitas Information Communication and Technology (ICT).
Kegiatan ini menghadirkan dewan juri dari akademisi, praktisi industri IT, dan anggota TNI AL yang berpengalaman.
Sejak dibuka pada 18 Februari 2021 lalu, kegiatan yang diikuti unsur masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, dan profesional dari berbagai daerah se-Indonesia telah memasuki tahap semifinal dengan aplikasi yang diajukan peserta terdiri dari Mobile Application, Web Application, Olah-Anlisis Data, dan Internet of Things.
Dalam tahap ini peserta akan melakukan coding membangun aplikasi secara live selama 24 jam. Peserta hadir secara online dari seluruh wilayah Indonesia.
Asisten Pembinaan Potensi Maritim (Aspotmar) KSAL Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto sebagai salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan semua komponen masyarakat berhak dan wajib berpartisipasi dalam pertahanan negara.
Gelaran PPKM - Maritime Hackathon TA 2021 ini diharapkan mampu menghasilkan produk digital inovatif di bidang ekonomi, edukasi, pariwisata dan kesehatan yang semuanya bermuara pada pertahanan negara.
Produk yang dihasilkan merupakan kontribusi masyarakat kepada pertahanan dan keamanan nasional.
Hal senada disampaikan COO MDI Ventures (Venture Capital dari Telkom group) Gede Ngurah Sandhy Widyasthana bahwa kompetisi ini sangat bermanfaat untuk menjaring ide-ide kreatif dari anak bangsa.
TNI AL berkomitmen terus memaksimalkan potensi Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan menggelar Kompetisi PPKM-Maritime Hackathon.
- Tes DNA Sperma Bantu Ungkap Motif Pembunuhan Jurnalis Juwita
- Di Lokasi Ini Oknum TNI AL Membunuh Jurnalis Juwita
- Itulah Tampang Oknum TNI Tersangka Pembunuh Wartawan Juwita
- Unsur TNI AL Selamatkan Kapal MV Serenity-09 yang Mengalami Kerusakan Mesin di Samudra Pasifik
- TNI AL Siapkan Pasukan dan Alutsista untuk Operasi Kemanusiaan Korban Gempa Bumi di Myanmar
- Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Juwita Dilakukan Tertutup, Ada Apa?