TNI Pastikan 19 Pekerja di Nduga Tewas Dibantai KKB
![TNI Pastikan 19 Pekerja di Nduga Tewas Dibantai KKB](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/watermark/2018/12/04/ilustrasi-tni-foto-ricardojpnncom.jpg)
jpnn.com, NDUGA - Jajaran TNI dan Polri masih terus mencari informasi soal pembantaian puluhan pekerja proyek jembatan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB.
Dari hasil penelusuran, Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, berdasar keterangan korban selamat, dipastikan 19 pekerja tewas.
“Keterangan saksi yang selamat yakni saudara JA, jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibantai oleh KKB di lereng bukit Puncak Kabo adalah 19 orang," kata Aidi dalam keterangannya, Rabu (5/12).
Menurut dia, korban selamat telah dievakuasi pada Selasa 4 Desember 2018 sekitar pukul 17.45 WIT. Mereka terdiri dari empat orang karyawan PT. Istaka Karya, enam orang petugas Puskesmas Mbua, dan dua orang guru SMP Mbua.
Evakuasi menggunakan helikopter milik TNI AD. Di antara mereka terdapat tiga orang karyawan PT. Istaka Karya yang mengalami luka tembak korban kekerasan KKB. “Saat ini sedang di evakuasi ke RSUD Wamena," tambahnya.
Dia menyampaikan, informasi pembantaian pekerja proyek Trans Papua itu sendiri diterima TNI dan Polri dari laporan seorang pendeta di Gereja Distrik Yigi menggunakan saluran Radio SSB pada Senin 3 Desember 2018 sekitar pukul 15.30 WIT.
“Satgas kemudian melaksanakan penyelamatan serta evakuasi korban," tandas dia. (cuy/jpnn)
Jumlah korban yang tewas ditembak KKB di Papua diketahui dari keterangan korban yang selamat.
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan
- Berulah Lagi, KKB Bakar Gedung SMP di Papua Tengah
- Dana Otsus Papua 2025, Supiori Kebagian Rp 101 Miliar
- Nikson Matuan Digiring ke Polda Papua, Brigjen Faizal: Setiap Simpatisan KKB Ditindak Tegas
- Brantas Abipraya Rampungkan Pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Papua
- Bawa 42 Paket Ganja, Calon Penumpang Ditangkap di Bandara Sentani Papua
- Legasi Ottow dan Geissler di Tanah Papua